Senin, 04 Maret 2013

Kepemimpinan dengan Kepercayaan

Bismillahirrahmaanirrahim..

Malam ini saya mau share resume materi yang saya buat saat saya mengikuti kuliah umum oleh Bapak Dr. (HC) H. Muhammad Jusuf Kalla @Balai Sidang Universitas Indonesia. Selasa, 26 Februari 2013. Dengan tema Kepemimpinan dengan Kepercayaan.




“Kepemimpinan dengan Kepercayaan”

Kepemimpinan adalah perilaku yang diteorikan dalam bentuk tulisan yang menghasilkan banyak teori tentang kepemimpinan.
Kepemimpinan adalah tentang apapun yang kita lakukan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam segala aspek terdapat segi kepemimpinan, tak hanya dalam segi politik. Contohnya, kepemimpinan terhadap diri kita sendiri, keluarga, masyarakat, sosial, bisnis, hingga kepemerintahan.
Tiga hal kepemimpinan tentang Jusuf Kalla, yaitu :
1.    Dalam kepemimpinan bisnis >> mencapai objektif, sementara prosedur dapat berubah setiap saat.
2.    Dalam kepemimpinan pemerintahan >> prosedur harus dicapai terlebih dahulu, sementara objektif ada di tingkat kedua.
3.    Dalam kepemimpinan sosial >> mencapai tujuan secara singkat. Untuk menolong seseorang, modal tidak terbatas. Contohnya kemiskinan & hal-hal sosial lainnya.

Bagaimana (indikator) mencapai tujuan tersebut dengan sistem yang ada?
>>  Trust (Kepercayaan)
Kepercayaan adalah perkataan dan perbuatan yang merupakan hal terpenting dalam sebuah tujuan. Sementara visi dan misi atau sistem dapat dibuat oleh semua orang.
3K by Jusuf Kalla :
1.    Katakan apa yang diinginkan.
2.    Katakan apa yang telah dikatakan.
3.    Kerjakan apa yang telah dikerjakan atau tidak dikerjakan.

Krisis Kepercayaan
Kepercayaan yang tidak terjadi, maka sistem akan jatuh atau bangkrut. Kepercayaan menjadi suatu dasar dalam segala hal yang ada di kehidupan sehari-hari dalam segala aspek. Tugas pertama seorang pemimpin adalah mempercayai orang lain. Dengan mempercayai orang lain, maka pemimpin juga akan dipercaya (oleh bawahannya).
Memberikan kepercayaan, menjaga kepercayaan, membina dan mentransformasikan kepercayaan. Kepercayaan itu seperti nafas, yang baru disadari saat (nafas) itu sudah tiada.


Cara berkomunikasi dan hubungannya dengan kepercayaan?
Contoh 1
a)   Kasus I >> harga subsidi naik 160% tapi tidak ada yang demo.
b)   Kasus II >> harga subsidi rencana naik 30% tapi ada demo, dibahas selama 1 tahun, tapi harga subsidi tidak jadi naik >> dalam kasus ini terjadi cara berkomunikasi yang salah dengan berkata “fiskal jebol sehingga harga subsidi harus dinaikkan” (salahnya terletak pada kata “fiskal” karena tidak semua masyarakat mengerti apa itu yang dimaksud dengan fiskal) sehingga tidak memberikan solusi yang baik.
Contoh 2
a)   Kasus I >> “main terus, belajarnya kapan? Emang mau kalo gag naik kelas?” >> dalam kasus ini terjadi cara berkomunikasi yang salah dengan men-judge seseorang dan bukan memberikan arahan yang lebih positif.
b)   Kasus II >> “kamu mau naik kelas kan? Mau dapat ranking bagus kan? Jadi mainnya dikurangi yaa. Sekarang belajar dulu” >> kalimat ini merupakan arahan yang lebih baik dari pada men-judge seseorang. Kalimat ini lebih mengajak kepada ajakan yang lebih baik.

Cara berkomunikasi menentukan apakah akan ada yang ikut serta untuk mengikuti atau tidak mengikuti dalam sebuah kepemimpinan.
Efek dari kepercayaan datang dari sebuah keteladanan. Contohnya dari orang tua ke anaknya. Memberikan contoh dengan melakukan dan ikut serta dalam suatu hal (pemimpin turun ke lapangan maka anak buah juga akan turun ke lapangan). Pemimpin juga harus mengambil resiko.

Tentang tanggung jawab
Instruksi pimpinan kepada anak buah. Apabila ada kesalahan atau melakukan sesuai aturan, hal tersebut menjadi tanggung jawab pemimpin atau pimpinan. Tanggung jawab dan pengambilan keputusan seharusnya diberikan ke atas. Walaupun didiskusikan dengan anak buah atau bawahan, tetapi tetap saja tanggung jawab dan pengambilan keputusan ada ditangan pimpinan.

Sistem atau Leadership
Sistem itu melancarkan sesuatu. Leadership mengubah dan memajukan sesuatu. Sistem tanpa leadership = NOL. 

#Sesi Tanya#

1.        Bapak Jusuf Kalla (menjabat sebagai ketua PMI) memberikan bantuan kepada rohingya, Myanmar. Bagaimana bapak bisa membuat pemerintah Myanmar percaya terhadap Bapak Jusuf Kalla dan Indonesia padahal sebelumnya pemerintah Myanmar sangat tertutup terhadap negara lain?
2.        Mana yang lebih baik menurut bapak. Kepemimpinan dalam bisnis, pemerintahan, atau sosial?
3.        Bagaimana memberi kepercayaan kepada kaum muda untuk dapat menjadi pemimpin disaat pemimpin sekarang adalah berasal dari kalangan usia yang lanjut dan lebih berpengalaman?
4.        Bagaimana tanggapan bapak tentang kepemimpinan pemuda dan kepemimpinan di masa muda? Kepemimpinan daerah? Masalah apa yang ada disana?
5.        Berkaitan dengan sistem atau leadership. Bagaimana dengan pemimpin yang kurang percaya diri?
6.        Jabatan mana yang paling Bapak Jusuf Kalla nikmati selama menjalani jabatan-jabatan tersebut?
7.        Menurut bapak, mana yang lebih penting. Proses dalam kepemimpinan atau hasil akhir dari kepemimpinan? Tentang pemimpin yang dilayani dan bukan melayani?
8.        Bagaimana Indonesia yang luas daerah dan padat penduduknya tapi masih tertinggal jika dibandingkan dengan Singapura di tingakat Asia atau regional?
9.        Krisis kepercayaan dari segi pemerintah, hukum, dan lain-lain? Bagaimana mengembalikan krisis kepercayaan di Indonesia?
10.    Apa rencana Bapak Jusuf Kalla untuk tahun 2014 yang akan datang? Apakah bapak akan maju lagi?

#Sesi Jawab#

1.        Penting untuk mengetahui siapa lawan bicara kita. Sehingga kita tahu dengan siapa kita berbicara. PMI bukan memihak, tapi harus menolong semua orang. Menolong dan mengenal karakter pemimpin Myanmar adalah salah satu cara untuk membuat pemerintah Myanmar percaya.
2.        Tidak ada yang dapat menentukan mana yang lebih baik. Tapi bisnis adalah yang paling ideal karena dalam bisnis diharuskan untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Sosial tanpa bisnis juga tidak dapat maju atau bergerak. Yang paling utama adalah tetap kepercayaan. Tentang pengambilan keputusan (dalam pemerintahan), banyak yang ketakutan dalam pengambilan keputusan karena pada bermain aman.
3.        Pemimpin tidak hanya ada pada level tinggi. Pemimpin itu dilaksanakan, bukan dibaca. Pemimpin harus berdasarkan apa yang kita lakukan dan bukan berdasarkan pada apa yang kita bicarakan. Pemimpin ada dalam segala aspek, baik dalam hal kecil sekalipun. Jadi LET’S DO IT.
4.        Harusnya ada regenerasi kepemimpinan. Umur itu dibedakan atas 3 hal, yaitu umur kalender, umur biologis, dan umur semangat. Yang menentukan kepemimpinan adalah kepercayaan. Pemuda dengan perilaku yang baik merupakan bagian dari kepemimpinan. Masalahnya ada pada perubahan sistem dari sentralisasi menjadi desentralisasi (pusat ke daerah).
5.        Sistem mengatur menejerial dan administratifnya. Leadership berdasarkan kepemimpinan dan kemampuan. Pemimpin harus percaya terhadap diri sendirinya dulu, baru bisa dipercaya orang lain.
6.        Mana yang lebih dinikmati selama masa jabatan? Jawabannya tergantung. Jika tentang kebebasan ya saat jadi pengusaha. Jika tentang bebas macet ya saat jadi wakil presiden. Jika tentang banyak bergaul dan menolong banyak orang serta nikmat dunia dan akhirat ya saat turun ke masyarakat (sosial).
7.        Demokrasi bukan tujuan tapi cara untuk mencapai tujuan. Semua proses itu penting, berhasil jika berhasil mencapai tujuan awal yang ingin dicapai. Pemimpin seharusnya melayani. Biasanya bersifat personal dan bukan sistem atau protokoler yang berlebihan.
8.        Indonesia itu negara yang paling lengkap mulai dari daerah, SDA (sumber daya alam), hingga SDM (sumber daya manusia). Asset dan pemikiran dasar adalah yang dapat mengubah atau memajukan suatu negara. Maka dari itu, berpikirlah selalu ke depan. Jangan selalu berpikir atau terus menerus melihat ke belakang. Masa lalu dapat dijadikan pembelajaran.
9.        Pemimpin yang dapat dipercaya harus sesuai dengan sistem hukum yang ada di Indonesia. Bukan dengan sistem hukum rimba. Agar ada kepercayaan kepada hukum, hukum harus lebih tegas. Tidak memihak kepada siapapun. Individunya pun juag harus tegas.
10.    Setiap hari maju :) Politik Indonesia itu seperti grup band. Ada band yang belum punya vokalis. Ada vokalis yang belum menemukan band-nya. Bahkan ada yang belum punya vokalis bahkan band-nya sekalipun. Tahun 2014 (mungkin) yang vokalis akan menemukan band-nya dan band yang belum punya vokalis, juga akan menemukan vokalisnya :)


 #Semoga bermanfaat :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar