Jumat, 08 Maret 2013

Dakwah dan Kontribusi

Bismillahirrahmaanirrahim..

Sore tadi ada kajian internal wajib buat semua anggota FSI FISIP UI 24. Kajian ini adalah kajian pertama Sena di FSI FISIP UI 24 :)

Bertempat di gedung SSMC lantai 2, kajian ini dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Pembicaranya M. Khairul Imam (Wakil Ketua BEM FISIP UI 2011) yang kata beliau cuma 1 tahun di FSI tapi gaya bahasanya itu bukan kaya cuma 1 tahun di FSI tapi kaya udah bertahun-tahun :)

Beliau juga bilang "saya datang kesini gag bawa ppt karena gag sempat bikin ppt, tapi saya bawa Al-Qur'an yang semua kita butuhkan pasti ada jawabannya disini (Al-Qur'an)."

Wuiiihhh >__<

Materi yang beliau sampaikan pun pas banget buat kita-kita para pejuang FSI FISIP UI 24 yang baru “lahir” buat meng#InspirasiKebaikan yaitu tentang Dakwah dan Kontribusi (Kontribusi, Totalitas, dan Keteguhan).

Malam ini Sena mau share sama kalian semua dari hasil resume yang Sena buat saat kajian tersebut berlangsung. Ada juga lho live tweet tentang materi ini di Twitter FSI_FISIP_UI :) 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kontribusi untuk FSI FISIP UI 24 !

Saat mengikuti sesi wawancara OPREC FSI FISIP UI 24, pasti ditanya “Kenapa sih masuk FSI FISIP UI 24 ? Tujuannya apa?” :)
Kalo kalian berpikir bahwa FSI FISIP UI ini hanya untuk kepentingan dilingkungan FISIP, jurusan, atau bahkan program studi, maka kalian salah besar.
FSI FISIP bukan hanya sekedar komunitas biasa. FSI FISIP UI mengajak bersama untuk membawa kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Mengajak bersama para “umat terbaik” untuk menjadi lebih baik. Ingat yaa.. MENGAJAK dan BUKAN MENYURUH ! :)
FSI FISIP mengajak untuk segala hal baik yang pasti dan intinya adalah menuju ALLAH SWT dengan Al-Qur’an sebagai pedoman.
Kenapa menuju ALLAH SWT dan Al-Qur’an sebagai pedoman? Yaa karena iman dalam diri seseorang adalah segala sesuatu yang harus diperjuangkan. Bersama FSI FISIP menjauhi kesengsaraan dunia dan kesengsaraan akhirat.

Ide merupakan salah satu aspek penting dalam perubahan. Perubahan untuk menjadi lebih baik. Pikiran adalah mahluk kedua yang diciptakan ALLAH SWT selain manusia.
Apa yang dilakukan seseorang adalah refleksi dari apa yang dipikirkan orang tersebut.
Apa yang ada didalam pikiran kita adalah hal yang sangat mungkin untuk kita lakukan. Jadi jika kita berpikir positif, maka hal yang sangat mungkin kita lakukan adalah hal-hal yang positif dan begitu juga sebaliknya.
Mengapa ide merupakan aspek penting dalam perubahan? Yaa karena dalam kontribusi dibutuhkan ide besar untuk sebuah perubahan besar.

Dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d (13) ayat 11 pun menjelaskan:
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Maksud dari ayat ini adalah bahwa Allah tidak akan mengubah nasib umatnya jika diri-diri yang ada pada umat tersebut tidak melakukan perubahan (yang baik) pada diri mereka sendiri.

Yaa saya setuju dengan kalimat tersebut. Perubahan baik dalam suatu umat tak hanya cukup bila dilakukan seorang diri dari suatu kaum tersebut. Jika perubahan satu orang mungkin tak berarti, maka bersama (FSI FISIP UI 24) perubahan itu pasti berarti.

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’idah (5) ayat 54 juga menjelaskan:
“Sesungguhnya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya”

Yang menghancurkan seseorang adalah bukan kegagalan tapi keputusasaan. Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan tapi juga ketangguhan :)

Dibutuhkan pula obsesi (yang baik) karena obsesi adalah hal yang membuat kita tidak terlepas dari yang kita inginkan. Obsesi ini juga digunakan untuk mendapatkan ketangguhan.

Dalam menjalani dakwah ini pasti mengalami “sakit” dan kekecewaan. Tak hanya itu, “jalan” nya pun sulit. Adanya kekurangan SDM, “angin” yang menerpa pun kencang. Maka dari itu dibutuhkan totalitas dan ketangguhan !!!

Jangan pernah berhenti dan teruslah total dalam menjalani dakwah ini. Jangan anggap ini (dakwah) sebagai beban !!!

Jangan pernah menyerah ditengah jalan yang mengakibatkan menyesal diakhir saat kita belum melakukan apa-apa, belum melakukan yang terbaik dan kehilangan masa-masa dakwah tersebut.

Siapa yang menjalani dakwah sebagai cara hidup, maka dia akan menikmatinya dan tidak akan merasakan beban karena manisnya perjuangan akan terasa setelah kita berlelah-lelah.

Mencintai dakwah (FSI FISIP UI 24) adalah seperti mencintai orang tua sendiri. Akan selalu “ada” dimana pun kita berada. Akan selalu berusaha yang terbaik untuk mereka. Akan mengusahakan apapun yang dibutuhkannya.

Ingat baik-baik. Apa mimpi yang sama-sama ingin kita (FSI FISIP UI 24) raih bersama :)

Memang terkadang kita hanya ingin menikmati hasil dan bukan menikmati prosesnya.

Dakwah itu seleksi alam. Ada yang pergi dan ada yang hilang. Maka pastikan bahwa kita bukan bagian dari yang pergi dan atau hilang tersebut.

Waktu itu seperti pedang. Jika kita tidak memanfaatkan dengan baik, maka waktu itu yang akan “menebas” kita. Jika kita tidak menyibukkan diri dengan kebaikkan, maka diri kita akan disibukkan dengan keburukan.

Mimpilah yang besar, kemudian berusahalah. Tidak akan ada yang bisa menghentikan mimpi tersebut kecuali diri kita sendiri.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Semoga bermanfaat yaa :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar