Bismillahirrahmaanirrahim..
Sore ini saya mau share materi yang saya peroleh dari group Astra Community by PT Astra International Tbk di Facebook saya..
Materi ini diberikan oleh Ask Asco yang sharing tentang Membangun Karir Idaman pada salah satu universitas negeri.
Berikut ini adalah materi sharing yang diberikan oleh beliau :')
Semoga bermanfaat
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Membangun CAREER Idaman
Selamat Sore Astra Communitiers,
Pada tanggal 8 Febuari 2013 yang lalu, saya sharing tentang membangun Career Idaman pada salah satu Universitas Negeri yang ada. Saat itu saya mendapatkan waktu 2 jam lebih untuk sharing. Menurut saya topik tersebut mungkin saja menarik untuk saudara di milis ini, maka saya mencoba menuangkan apa yang dibicarakan kemarin dalam artikel yang tidak terlalu panjang. Mudah-mudahan bisa didapat esensinya.
Setelah Saudara lulus kuliah, pasti saudara harus memutuskan untuk bekerja pada perusahaan, berwiraswasta atau melakukan hal lain. Kita batasi pembicaraan pada upaya saudara untuk mencari pekerjaan di perusahaan. Saya yakin setiap Saudara pasti menginginkan untuk dapat bekerja pada perusahaan idaman (perusahaan ideal yang diinginkan), dengan menjabat posisi ideal (posisi yang sesuai dengan minat dan kemampuan) dan mendapatkan penghasilan ideal (gaji pokok dan tunjungan yang berada jauh di atas rata-rata). Memang dengan mengerjakan tugas-tugas yang kita suka, maka kita akan dapat memperoleh banyak dampak positif (saya tidak akan membahas dampak positif ini).
Pertanyaan berikut yang timbul adalah, apakah saudara mungkin mendapatkan semua yang diinginkan tersebut di atas ? Yaitu : Posisi, perusahaan dan penghasilan ideal.
Mari kita lihat keinginan tersebut berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Untuk dapat menemukan posisi, perusahaan dan penghasilan ideal; Kondisi nyatanya kemungkinan tidak seperti yang saudara bayangkan.
1. Kondisi nyata Posisi/Pekerjaan/Penugasan Ideal
Semenyenangkan-menyenangkannya
Contoh : Saya suka sekali dengan tugas-tugas menginterview, tapi ada tugas membuat laporan interview yang saya tidak suka; Saudara mungkin suka dengan tugas-tugas akuntansi tetapi tidak suka saat saudara harus mengejar-ngejar orang cabang untuk mengirimkan lampiran data transaksi; Saudara mungkin suka berjualan tetapi tidak suka membuat laporan hasil analisa pasar, dll.
2. Kondisi nyata Perusahaan idaman
Bekerja pada suatu perusahaan, amat sangat penting bagi saudara untuk memahami budaya perusahaan (coporate culture) yang berlaku di situ. Karena bila budaya perusahaan tersebut berseberangan dengan nilai-nilai pribadi saudara yang sangat prinsip, maka besar kemungkinan saudara akan tersiksa saat menjalankan tugas yang diberikan.
Contoh : Saya akan mengambil contoh ekstrem, saat saudara bekerja pada perusahaan yang sangat mengedepankan efisiensi dan keuntungan bagi perusahaan, dengan cara apapun. Maka bukan tidak mungkin saat saudara bekerja, saudara diminta untuk melakukan praktek umum yang “biasa terjadi” di lapangan walaupun hal tersebut bertentangan dengan hukum; seperti memberikan “pelicin” untuk mempercepat urusan di lapangan, membuat pembukuan ganda untuk kepentingan tertentu, mendorong perlakuan tidak fair untuk pelanggan dll.
Saudara bisa bayangkan kondisi tersebut ? Bisakah saudara tetap mengerjakan tugas yang saudara suka tetapi dengan cara yang bertentangan dengan prinsip pribadi saudara.
3. Kenyataan tentang penghasilan
Umumnya penghasilan seseorang akan berpengaruh terhadap gaya hidup. Perubahan pada penghasilan, sangat boleh jadi akan mengubah gaya hidup. Sedangkan kepuasan atas kenaikan penghasilan (kenaikan yang signifikan), hanya akan memberikan kepuasan tidak lebih dari 3 bulan. Setelah 3 bulan, maka penghasilan tersebut akan terasa biasa. Kepuasan atas penghasilan yang diterima sangat relatif bagi setiap orang.
Setelah memperhatikan ketiga kondisi nyata di atas, maka seharusnya saudara menyadari bahwa tidak akan pernah ada pekerjaan yang bisa memenuhi semua harapan kita secara ideal. Pasti akan ada sekian persen hal yang tidak sesuai harapan kita.
Dari pada kita seperti “punguk merindukan bulan”, kenapa kita tidak lebih realistis melihat dunia kerja dan karir idaman. Yaitu dengan mempertimbangkan terutama kondisi persaingan yang ada dan kemungkinan saudara bisa diterima pada posisi tersebut atau tidak. Setelah masuk pada perusahaan tersebut, maka saudara lakukan hal berikut :
1. Lihat secara positif peluang belajar
Saudara mungkin berpikir, dengan masuk perusahaan besar maka saudara bisa belajar banyak, karena segala sesuatunya sudah terstruktur dan mapan. Hal seperti itu mungkin saja benar, tetapi pada perusahaan besar kemungkinan saudara juga akan sangat terbatas cakupan pekerjaan dan wewenangnya, karena semua sudah terstruktur dengan baik.
Pada perusahaan kecil, bukan berarti saudara tidak dapat belajar sama sekali. Malah mungkin saudara akan belajar banyak hal, karena segala sesuatunya belum teratur. Jadi sangat mungkin saudara mengerjakan banyak hal, melakukan perbaikan atau bahkan melakukan improvisasi di pekerjaan dan menjadi tahu lebih banyak.
Jadi hal yang penting adalah bukan perusahaan besar atau kecil, tetapi bagaimana saudara membangun paradigma belajar setiap saat saudara mengerjakan tugas di posisi yang saudara jabat.
2. Witing tresno jalaran soko kulino
Cintailah apa yang sudah ada di tangan saudara, seperti ada pepatah “lebih baik satu burung di tangan dari pada sepuluh burung di udara”. Dari pada saudara memikirkan terus dan mencari-cari posisi/pekerjaan ideal di luar sana. Mengapa tidak saudara mencoba membangun posisi ideal dari posisi yang sudah saudara jabat.
Lebih melihat pada hal positif dari pekerjaan yang saudara jabat saat ini. Dari pada mengkritisi hal yang negatif. Cari hal-hal apa saja yang positif dari tanggung jawab peran saudara. Semakin banyak hal positif/kesenangan yang dapat saudara temukan pada apa yang saudara kerjakan, maka lama-kelamaan posisi tersebut akan menjadi posisi/pekerjaan idaman untuk saudara. Langkah selanjutnya tinggal saudara membangun karir dengan berbasarkan pada posisi yang saat ini saudara jabat.
3. Berikan nilai tambah
Jadikan prinsip “hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini” bukan hanya slogan. Usahakan setiap hari saudara selalu melakukan “improvement”, baik dalam proses kerja maupun dalam hal menghasilkan unjuk kerja.
Usahakan untuk selalu dapat memberikan “nilai tambah” pada setiap hal yang saudara lakukan. Dengan target utama meningkatkan efisiensi proses dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Jadi menurut saya, dari pada saudara terus mengejar posisi ideal. Lebih baik saudara lihat pada posisi dan perusahaan mana saudara paling besar kemungkinannya diterima. Dengan sedapat mungkin saudara tidak mengabaikan pendidikan formal, minat saudara, dan kompetensi yang telah dimiliki.
Untuk mendapakan karir idaman, lebih realistis saudara membangunnya dari pada terus mengejar. Itu sebabnya saya memberi judul artikel ini dengan Membangun Karir idaman, bukan mencari/mendapatkan karir idaman.
Mudah-mudahan saudara memiliki sedikit insight dari artikel ini.
Selamat berjuang dalam membangun karir idaman.
Salam,
wietjung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar