Bismillahirrahmaanirrahim..
Malam ini saya mau share resume materi yang saya buat saat saya mengikuti kuliah umum oleh Bapak Dr. (HC) H. Muhammad Jusuf Kalla @Balai Sidang Universitas Indonesia. Selasa, 26 Februari 2013. Dengan tema Kepemimpinan dengan Kepercayaan.
“Kepemimpinan
dengan Kepercayaan”
Kepemimpinan adalah perilaku yang diteorikan dalam
bentuk tulisan yang menghasilkan banyak teori tentang kepemimpinan.
Kepemimpinan adalah tentang apapun yang kita lakukan
untuk mencapai suatu tujuan. Dalam segala aspek terdapat segi kepemimpinan, tak
hanya dalam segi politik. Contohnya, kepemimpinan terhadap diri kita sendiri,
keluarga, masyarakat, sosial, bisnis, hingga kepemerintahan.
Tiga hal kepemimpinan tentang Jusuf Kalla, yaitu :
1.
Dalam kepemimpinan bisnis >> mencapai objektif,
sementara prosedur dapat berubah setiap saat.
2.
Dalam kepemimpinan pemerintahan >> prosedur harus dicapai
terlebih dahulu, sementara objektif ada di tingkat kedua.
3.
Dalam kepemimpinan sosial >> mencapai tujuan secara
singkat. Untuk menolong seseorang, modal tidak terbatas. Contohnya kemiskinan
& hal-hal sosial lainnya.
Bagaimana (indikator) mencapai tujuan tersebut dengan
sistem yang ada?
>> Trust (Kepercayaan)
Kepercayaan adalah perkataan dan perbuatan yang
merupakan hal terpenting dalam sebuah tujuan. Sementara visi dan misi atau
sistem dapat dibuat oleh semua orang.
3K by Jusuf
Kalla :
1.
Katakan apa yang diinginkan.
2.
Katakan apa yang telah dikatakan.
3.
Kerjakan apa yang telah dikerjakan atau tidak
dikerjakan.
Krisis
Kepercayaan
Kepercayaan yang tidak terjadi, maka sistem akan jatuh
atau bangkrut. Kepercayaan menjadi suatu dasar dalam segala hal yang ada di kehidupan
sehari-hari dalam segala aspek. Tugas pertama seorang pemimpin adalah
mempercayai orang lain. Dengan mempercayai orang lain, maka pemimpin juga akan
dipercaya (oleh bawahannya).
Memberikan kepercayaan, menjaga kepercayaan, membina
dan mentransformasikan kepercayaan. Kepercayaan
itu seperti nafas, yang baru disadari saat (nafas) itu sudah tiada.
Cara berkomunikasi dan hubungannya dengan kepercayaan?
Contoh 1
a)
Kasus I >> harga subsidi
naik 160% tapi tidak ada yang demo.
b)
Kasus II >> harga subsidi
rencana naik 30% tapi ada demo, dibahas selama 1 tahun, tapi harga subsidi
tidak jadi naik >> dalam
kasus ini terjadi cara berkomunikasi yang salah dengan berkata “fiskal jebol
sehingga harga subsidi harus dinaikkan” (salahnya terletak pada kata “fiskal”
karena tidak semua masyarakat mengerti apa itu yang dimaksud dengan fiskal)
sehingga tidak memberikan solusi yang baik.
Contoh 2
a)
Kasus I >> “main
terus, belajarnya kapan? Emang mau kalo gag naik kelas?” >> dalam kasus ini terjadi
cara berkomunikasi yang salah dengan men-judge seseorang dan bukan memberikan
arahan yang lebih positif.
b)
Kasus II >> “kamu mau
naik kelas kan? Mau dapat ranking bagus kan? Jadi mainnya dikurangi yaa. Sekarang
belajar dulu” >> kalimat
ini merupakan arahan yang lebih baik dari pada men-judge seseorang. Kalimat ini
lebih mengajak kepada ajakan yang lebih baik.
Cara berkomunikasi menentukan
apakah akan ada yang ikut serta untuk mengikuti atau tidak mengikuti dalam
sebuah kepemimpinan.
Efek dari kepercayaan datang dari
sebuah keteladanan. Contohnya dari orang tua ke anaknya. Memberikan contoh
dengan melakukan dan ikut serta dalam suatu hal (pemimpin turun ke lapangan
maka anak buah juga akan turun ke lapangan). Pemimpin juga harus mengambil
resiko.
Tentang tanggung
jawab
Instruksi pimpinan kepada anak buah.
Apabila ada kesalahan atau melakukan sesuai aturan, hal tersebut menjadi
tanggung jawab pemimpin atau pimpinan. Tanggung jawab dan pengambilan keputusan
seharusnya diberikan ke atas. Walaupun didiskusikan dengan anak buah atau
bawahan, tetapi tetap saja tanggung jawab dan pengambilan keputusan ada
ditangan pimpinan.
Sistem atau
Leadership
Sistem itu melancarkan sesuatu. Leadership
mengubah dan memajukan sesuatu. Sistem tanpa leadership = NOL.
#Sesi Tanya#
1.
Bapak Jusuf Kalla (menjabat sebagai ketua PMI)
memberikan bantuan kepada rohingya, Myanmar. Bagaimana bapak bisa membuat
pemerintah Myanmar percaya terhadap Bapak Jusuf Kalla dan Indonesia padahal
sebelumnya pemerintah Myanmar sangat tertutup terhadap negara lain?
2.
Mana yang lebih baik menurut bapak. Kepemimpinan dalam
bisnis, pemerintahan, atau sosial?
3.
Bagaimana memberi kepercayaan kepada kaum muda untuk
dapat menjadi pemimpin disaat pemimpin sekarang adalah berasal dari kalangan
usia yang lanjut dan lebih berpengalaman?
4.
Bagaimana tanggapan bapak tentang kepemimpinan pemuda
dan kepemimpinan di masa muda? Kepemimpinan daerah? Masalah apa yang ada
disana?
5.
Berkaitan dengan sistem atau leadership. Bagaimana dengan
pemimpin yang kurang percaya diri?
6.
Jabatan mana yang paling Bapak Jusuf Kalla nikmati
selama menjalani jabatan-jabatan tersebut?
7.
Menurut bapak, mana yang lebih penting. Proses dalam
kepemimpinan atau hasil akhir dari kepemimpinan? Tentang pemimpin yang dilayani
dan bukan melayani?
8.
Bagaimana Indonesia yang luas daerah dan padat
penduduknya tapi masih tertinggal jika dibandingkan dengan Singapura di
tingakat Asia atau regional?
9.
Krisis kepercayaan dari segi pemerintah, hukum, dan
lain-lain? Bagaimana mengembalikan krisis kepercayaan di Indonesia?
10.
Apa rencana Bapak Jusuf Kalla untuk tahun 2014 yang
akan datang? Apakah bapak akan maju lagi?
#Sesi Jawab#
1.
Penting untuk mengetahui siapa lawan bicara kita. Sehingga
kita tahu dengan siapa kita berbicara. PMI bukan memihak, tapi harus menolong
semua orang. Menolong dan mengenal karakter pemimpin Myanmar adalah salah satu
cara untuk membuat pemerintah Myanmar percaya.
2.
Tidak ada yang dapat menentukan mana yang lebih baik. Tapi
bisnis adalah yang paling ideal karena dalam bisnis diharuskan untuk mengambil
keputusan secara cepat dan tepat. Sosial tanpa bisnis juga tidak dapat maju
atau bergerak. Yang paling utama adalah tetap kepercayaan. Tentang pengambilan
keputusan (dalam pemerintahan), banyak yang ketakutan dalam pengambilan
keputusan karena pada bermain aman.
3.
Pemimpin tidak hanya ada pada level tinggi. Pemimpin itu
dilaksanakan, bukan dibaca. Pemimpin harus berdasarkan apa yang kita lakukan
dan bukan berdasarkan pada apa yang kita bicarakan. Pemimpin ada dalam segala
aspek, baik dalam hal kecil sekalipun. Jadi LET’S DO IT.
4.
Harusnya ada regenerasi kepemimpinan. Umur itu
dibedakan atas 3 hal, yaitu umur kalender, umur biologis, dan umur semangat. Yang
menentukan kepemimpinan adalah kepercayaan. Pemuda dengan perilaku yang baik
merupakan bagian dari kepemimpinan. Masalahnya ada pada perubahan sistem dari
sentralisasi menjadi desentralisasi (pusat ke daerah).
5.
Sistem mengatur menejerial dan administratifnya. Leadership
berdasarkan kepemimpinan dan kemampuan. Pemimpin harus percaya terhadap diri
sendirinya dulu, baru bisa dipercaya orang lain.
6.
Mana yang lebih dinikmati selama masa jabatan? Jawabannya
tergantung. Jika tentang kebebasan ya saat jadi pengusaha. Jika tentang bebas
macet ya saat jadi wakil presiden. Jika tentang banyak bergaul dan menolong
banyak orang serta nikmat dunia dan akhirat ya saat turun ke masyarakat
(sosial).
7.
Demokrasi bukan tujuan tapi cara untuk mencapai
tujuan. Semua proses itu penting, berhasil jika berhasil mencapai tujuan awal
yang ingin dicapai. Pemimpin seharusnya melayani. Biasanya bersifat personal
dan bukan sistem atau protokoler yang berlebihan.
8.
Indonesia itu negara yang paling lengkap mulai dari
daerah, SDA (sumber daya alam), hingga SDM (sumber daya manusia). Asset dan
pemikiran dasar adalah yang dapat mengubah atau memajukan suatu negara. Maka dari
itu, berpikirlah selalu ke depan. Jangan selalu berpikir atau terus menerus
melihat ke belakang. Masa lalu dapat dijadikan pembelajaran.
9.
Pemimpin yang dapat dipercaya harus sesuai dengan
sistem hukum yang ada di Indonesia. Bukan dengan sistem hukum rimba. Agar ada
kepercayaan kepada hukum, hukum harus lebih tegas. Tidak memihak kepada
siapapun. Individunya pun juag harus tegas.
10.
Setiap hari maju :) Politik
Indonesia itu seperti grup band. Ada band yang belum punya vokalis. Ada vokalis
yang belum menemukan band-nya. Bahkan ada yang belum punya vokalis bahkan
band-nya sekalipun. Tahun 2014 (mungkin) yang vokalis akan menemukan band-nya
dan band yang belum punya vokalis, juga akan menemukan vokalisnya :)
#Semoga bermanfaat :)