Jumat, 18 Oktober 2013

Say "Hello" to @kitamuslimah

Bismillahirrahmaanirrahim.. 

*ambil kunci*
*buka pintu*

Assalamu'alaikum :)

*long time no see, my blog*

Mau say "Hello" aja dulu sambil bersih-bersih blog yang sekian bulan gag kena perhatian :D

Say "Hello" juga buat akun twitter @kitamuslimah :) akun resmi milik Departemen Kemuslimahan FSI FISIP UI :)
Akun ini In Syaa Allah sharing tentang banyak hal termasuk tentang muslimah :) 
In Syaa Allah bermanfaat :) 

*yuks di follow*

#KeepFocusAndDicipline :)
Yes, I Can..!!!


Sabtu, 30 Maret 2013

Perempuan dan Kebaikan Organisasi

Bismillahirrahmaanirrahim..

Sore ini Sena mau me-review share materi dari agenda Kemuslimahan FSI FISIP UI 24 yang beberapa waktu lalu sempat tertunda karena modem-nya rusak :)

Seperti biasa, live tweet agenda ini bisa kalian cek di twitter-nya FSI FISIP UI yaa :)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Acara               : WALAS (Women Ask Islam Answer)
Tema               : Perempuan dan Kebaikan Organisasi
Waktu             : Jum’at, 22 Maret 2013
Pembicara        : Mbak Dewi Lestari

Prolog :
Mbak Dewi, sang pembicara kita mengingatkan bahwa dalam setahun Allah SWT mengistimewakan 1 bulan yaitu bulan Ramadhan. Dalam 1 bulan itu pun Allah SWT mengistimewakan 3 tanggal yaitu tanggal 13,14,15 (tanggal dalam islam) setiap bulannya. Sementara dalam 1 minggu pun Allah SWT juga memberikan hari yang istimewa yaitu setiap hari Jum’at.
Subhanaallah ^^

Materi :
Dakwah tidak membutuhkan kita tapi kita yang membutuhkan dakwah. Kita akan selalu membutuhkan kebaikan. Saat kita masih dalam lingkungan kampus, kita masih dapat dengan mudah menemukan teman-teman yang dapat membuat ruhiyah kita naik dan semangat saat ruhiyah kita down.
Saat kita sudah tidak lagi dalam lingkungan kampus, kita akan tumbuh secara independent. Sulit diluar sana untuk menemukan teman-teman yang dapat membantu kita untuk bangkit saat kita merasa down.
Organisasi itu dibentuk dengan 3 aspek, yaitu tujuan, visi, dan misi. Tiga aspek ini harus dilaksanakan bersama-sama dengan anggota organisasi yang lain.
Tiga aspek penting yang dapat membuat 3 aspek tersebut terpenuhi:
1.        Punya pikiran dan emosi yang sama dalam organisasi.
2.        Menyumbangkan apa yang bisa dilakukan untuk memajukan organisasinya.
3.        Tanggung jawab.
Dalam organisasi itu pun ada rasa simpati dan empati. Simpati adalah rasa keinginan semata yang belum tentu punya rasa saling memiliki antar anggota anggota organisasi. Empati adalah rasa yang memiliki apa yang dirasakan apapun yang dirasakan oleh anggota organisasi lainnya. Empati ini dapat dibangun dengan team building. Empati ini dapat menimbulkan rasa saling keterkaitan secara batin dan emosi dengan sesame anggota organisasi.
Komunikasi antar anggota organisasi merupakan hal yang penting. Komunikasi dan akhwat:
1.        Akhwat itu merupakan akhwat yang sangat detail terhadap hal-hal kecil sekalipun.
2.        Akhwat itu membutuhkan komunikasi sekitar 20.000 kata per hari. Bayangkan, bagaimana seorang akhwat dapat memenuhi kebutuhan komunikasi per harinya hingga 20.000 kata. Jika tidak untuk membicarakan hal-hal baik, maka pasti akan membicarakan hal-hal yang buruk. Jadi dengan berorganisasi tentang kebaikan, maka kebutuhan komunikasi seorang akhwat dapat tersalurkan dengan baik. Jadi harus tahu standar diri, seperti membuat jam malam untuk membalas sms atau telepon.
3.        Diusahakan untuk berbicara secara jujur, efektif, dan memberikan kesan yang baik (berbekas yang baik).
4.        Berbicara secara sopan dan menghargai orang yang berbicara dengan kita.
5.        Melatih kepekaan terhadap teman organisasi (akhwat) yang lain terutama melatih kepekaan terhadap hal-hal detail. Hal yang jarang dimiliki oleh para ikhwan (baca: ikhwan kurang peka terhadap hal-hal detail).
6.        Komunikasi untuk mendapatkan izin dari orang tua dan atau suami (bagi akhwat).
7.        Berkomunikasi secara professional. Berkomunikasi hanya untuk hal-hal yang penting dan sesuai dengan pekerjaan saja (komunikasi akhwat ke ikhwan).
8.        Akwat memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan menceritakan segala sesuatunya secara berurutan.
Apa yang membuat kita harus terus bergerak dalam organisasi kebaikan:
1.        Minimal kita membuktikan pada Allah SWT bahwa kita beriman. Niat dan komitmennya untuk menyebarkan kebaikan. Setidaknya kewajiban kita untuk berdakwah sudah gugur karena setiap manusia memiliki kewajiban untuk berdakwah.
2.        Bukan dakwah yang membutuhkan kita tapi kita yang membutuhkan dakwah. Apakah kebaikan yang datang pada kita merupakan karena kebaikan yang kita lakukan? Kebaikan yang datang pada kita salah satunya datang dari doa mustajab, yaitu doa yang diucapkan oleh teman-teman kita secara tersembunyi. Doa yang diucapkan tanpa diketahui kita ataupun orang lain. Doa yang hanya Allah SWT dan yang bersangkutan (teman kita) yang mengetahui.
3.        Poin pahala berjamaah kebaikan dalam organisasi adalah hal yang besar, bahkan lebih besar dari sebuah kebaikan yang dilakukan seorang diri.
4.        Kita harus terus bergerak dan aktif dalam organisasi kebaikan karena dari sejak jaman Rasulullah SAW, para muslimah pun sudah ikut berperan aktif dan bergerak dalam bidang dakwah. Tak hanya tentang dakwah tapi juga aktif dalam segala hal yang dibutuhkan dalam dakwah, seperti dana, konsumsi, fisik, dan lain-lain.
Empat tahapan menjadi pribadi yang baik:
1.        Diri sendiri yang baik.
2.        Keluarga yang baik.
3.        Masyarakat yang baik.
4.        Seluruh manusia yang baik.
Professional dalam lembaga dakwah atau organisasi:
1.        Biasanya dalam organisasi dakwah itu lebih banyak rasa tidak tega terhadap anggota organisasinya, terutama akhwat ke akhwat. Keburukan dalam suatu agenda dalam suatu organisasi yang akan dicap buruk adalah bukan agenda itu namun organisasi yang melakukan atau melaksanakan agenda tersebut. Jangan menegur anggota ditempat terbuka atau publik. Tegur secara baik dengan pendekatan yang kekeluargaan.
2.        Kerjakan pekerjaan yang sesuai dengan kapasitas pribadi. Pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan kita. Jangan mengeluh akibat kita tidak mampu menyelesaikan pekerjaan yang kita paksakan untuk kita kerjakan.
Jangan pernah berhenti untuk menuntut ilmu dan teruslah memberikannya kepada orang lain. Saling berbagi ilmu dan terus menuntut ilmu.
Jangan diam, tidak bergerak, dan tidak menghasilkan apa-apa.
Dengan berorganisasi kita akan memiliki standar hidup yang dapat kita gunakan saat kita sudah tidak lagi dalam dunia kampus. Sebagai standar untuk bisa tetap baik dan terus menjadi lebih baik. Sesibuk apapun kita nanti, InsyaAllah kita akan tetap melakukan hal-hal baik bahkan jauh lebih baik. Aamiin J

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Semoga bermanfaat yaa :)


Jumat, 08 Maret 2013

Dakwah dan Kontribusi

Bismillahirrahmaanirrahim..

Sore tadi ada kajian internal wajib buat semua anggota FSI FISIP UI 24. Kajian ini adalah kajian pertama Sena di FSI FISIP UI 24 :)

Bertempat di gedung SSMC lantai 2, kajian ini dimulai sekitar pukul 16.00 WIB. Pembicaranya M. Khairul Imam (Wakil Ketua BEM FISIP UI 2011) yang kata beliau cuma 1 tahun di FSI tapi gaya bahasanya itu bukan kaya cuma 1 tahun di FSI tapi kaya udah bertahun-tahun :)

Beliau juga bilang "saya datang kesini gag bawa ppt karena gag sempat bikin ppt, tapi saya bawa Al-Qur'an yang semua kita butuhkan pasti ada jawabannya disini (Al-Qur'an)."

Wuiiihhh >__<

Materi yang beliau sampaikan pun pas banget buat kita-kita para pejuang FSI FISIP UI 24 yang baru “lahir” buat meng#InspirasiKebaikan yaitu tentang Dakwah dan Kontribusi (Kontribusi, Totalitas, dan Keteguhan).

Malam ini Sena mau share sama kalian semua dari hasil resume yang Sena buat saat kajian tersebut berlangsung. Ada juga lho live tweet tentang materi ini di Twitter FSI_FISIP_UI :) 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kontribusi untuk FSI FISIP UI 24 !

Saat mengikuti sesi wawancara OPREC FSI FISIP UI 24, pasti ditanya “Kenapa sih masuk FSI FISIP UI 24 ? Tujuannya apa?” :)
Kalo kalian berpikir bahwa FSI FISIP UI ini hanya untuk kepentingan dilingkungan FISIP, jurusan, atau bahkan program studi, maka kalian salah besar.
FSI FISIP bukan hanya sekedar komunitas biasa. FSI FISIP UI mengajak bersama untuk membawa kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Mengajak bersama para “umat terbaik” untuk menjadi lebih baik. Ingat yaa.. MENGAJAK dan BUKAN MENYURUH ! :)
FSI FISIP mengajak untuk segala hal baik yang pasti dan intinya adalah menuju ALLAH SWT dengan Al-Qur’an sebagai pedoman.
Kenapa menuju ALLAH SWT dan Al-Qur’an sebagai pedoman? Yaa karena iman dalam diri seseorang adalah segala sesuatu yang harus diperjuangkan. Bersama FSI FISIP menjauhi kesengsaraan dunia dan kesengsaraan akhirat.

Ide merupakan salah satu aspek penting dalam perubahan. Perubahan untuk menjadi lebih baik. Pikiran adalah mahluk kedua yang diciptakan ALLAH SWT selain manusia.
Apa yang dilakukan seseorang adalah refleksi dari apa yang dipikirkan orang tersebut.
Apa yang ada didalam pikiran kita adalah hal yang sangat mungkin untuk kita lakukan. Jadi jika kita berpikir positif, maka hal yang sangat mungkin kita lakukan adalah hal-hal yang positif dan begitu juga sebaliknya.
Mengapa ide merupakan aspek penting dalam perubahan? Yaa karena dalam kontribusi dibutuhkan ide besar untuk sebuah perubahan besar.

Dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d (13) ayat 11 pun menjelaskan:
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Maksud dari ayat ini adalah bahwa Allah tidak akan mengubah nasib umatnya jika diri-diri yang ada pada umat tersebut tidak melakukan perubahan (yang baik) pada diri mereka sendiri.

Yaa saya setuju dengan kalimat tersebut. Perubahan baik dalam suatu umat tak hanya cukup bila dilakukan seorang diri dari suatu kaum tersebut. Jika perubahan satu orang mungkin tak berarti, maka bersama (FSI FISIP UI 24) perubahan itu pasti berarti.

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’idah (5) ayat 54 juga menjelaskan:
“Sesungguhnya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang mencintai Allah dan Allah pun mencintainya”

Yang menghancurkan seseorang adalah bukan kegagalan tapi keputusasaan. Yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan tapi juga ketangguhan :)

Dibutuhkan pula obsesi (yang baik) karena obsesi adalah hal yang membuat kita tidak terlepas dari yang kita inginkan. Obsesi ini juga digunakan untuk mendapatkan ketangguhan.

Dalam menjalani dakwah ini pasti mengalami “sakit” dan kekecewaan. Tak hanya itu, “jalan” nya pun sulit. Adanya kekurangan SDM, “angin” yang menerpa pun kencang. Maka dari itu dibutuhkan totalitas dan ketangguhan !!!

Jangan pernah berhenti dan teruslah total dalam menjalani dakwah ini. Jangan anggap ini (dakwah) sebagai beban !!!

Jangan pernah menyerah ditengah jalan yang mengakibatkan menyesal diakhir saat kita belum melakukan apa-apa, belum melakukan yang terbaik dan kehilangan masa-masa dakwah tersebut.

Siapa yang menjalani dakwah sebagai cara hidup, maka dia akan menikmatinya dan tidak akan merasakan beban karena manisnya perjuangan akan terasa setelah kita berlelah-lelah.

Mencintai dakwah (FSI FISIP UI 24) adalah seperti mencintai orang tua sendiri. Akan selalu “ada” dimana pun kita berada. Akan selalu berusaha yang terbaik untuk mereka. Akan mengusahakan apapun yang dibutuhkannya.

Ingat baik-baik. Apa mimpi yang sama-sama ingin kita (FSI FISIP UI 24) raih bersama :)

Memang terkadang kita hanya ingin menikmati hasil dan bukan menikmati prosesnya.

Dakwah itu seleksi alam. Ada yang pergi dan ada yang hilang. Maka pastikan bahwa kita bukan bagian dari yang pergi dan atau hilang tersebut.

Waktu itu seperti pedang. Jika kita tidak memanfaatkan dengan baik, maka waktu itu yang akan “menebas” kita. Jika kita tidak menyibukkan diri dengan kebaikkan, maka diri kita akan disibukkan dengan keburukan.

Mimpilah yang besar, kemudian berusahalah. Tidak akan ada yang bisa menghentikan mimpi tersebut kecuali diri kita sendiri.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Semoga bermanfaat yaa :)


Rabu, 06 Maret 2013

Aku dan Kita di TERIMA :)

Bismillahirrahmaanirrahim..

Hari ini tepat hari ke-10 Sena diterima jadi bagian dari keluarga besar FSI FISIP UI 24. Masih inget banget, waktu itu tepat habis sholat shubuh, sekitar jam5 pagi, Sena dapat sms dari KaDept Kemuslimahan FSI FISIP UI 24 dan beliau bilang kalo Sena diterima jadi "anak buah" nya :D

Rasanya kaya suara bom begitu tahu ternyata banyak yang daftar jadi anggota Kemuslimahan tapi dialihkan ke Departemen lain #Terharu #AmanahBaru yang gag boleh banget di "telantar" kan.

Sejauh ini sih awalnya sempat merasa rada terlambat buat gabung jadi keluarga FSI FISIP 24 karena kebanyakan mikir >_<
Mikir kalo anak ekstensi itu takut gag bisa kontribusi penuh karena kuliah malam & ada kuliah full di hari weekend. 

Yupzz.. memang kadang terhambat tapi kontribusi bukan masalah datang atau tidak, tapi keaktifan bertanya dan menitipkan ide-ide yang kita punya saat kita benar-benar berhalangan atau terlambat untuk hadir :)

Yaa.. Sekarang saatnya berusaha maksimal tanpa harus menyampingkan yang sudah ada. Kewajiban kuliah & mengurus rumah harus tetap diutamakan :)


Mereka para #SuperMuslimah yang saling mengerti & memahami jadwalku yang berbeda dari mereka semua. 


Sekarang jadi bisa lebih semangat, lebih peduli, lebih sadar kalo masih ada ko teman-teman yang mendukung segala hal baik yang kita lakukan. Banyak malah. Ohh dan gag hanya itu aja, mereka juga ikut mendoakan kita, bahkan sekalipun tanpa kita minta :')

Menjadi bagian dari #SuperMuslimah yang meng#InspirasiKebaikan bersama keluarga baru adalah hal terbaik diawal tahun ini.
Niatnya & motivasinya InsyaAllah udah baik, jadi yaa harus didukung dengan lingkungan yang baik juga :)

Terima kasih sudah mengizinkan Sena menjadi bagian dari kalian :')
Salam kenal Viera, Okti, Dian, Dini, Aulia, Alia, Wonge, Mayang, Lola ^^


Departemen Kemuslimahan FSI FISIP UI 24 *versi belum lengkap :D


Keluarga FSI FISIP UI 24
Semangat Meng#InspirasiKebaikan

Senin, 04 Maret 2013

Kepemimpinan dengan Kepercayaan

Bismillahirrahmaanirrahim..

Malam ini saya mau share resume materi yang saya buat saat saya mengikuti kuliah umum oleh Bapak Dr. (HC) H. Muhammad Jusuf Kalla @Balai Sidang Universitas Indonesia. Selasa, 26 Februari 2013. Dengan tema Kepemimpinan dengan Kepercayaan.




“Kepemimpinan dengan Kepercayaan”

Kepemimpinan adalah perilaku yang diteorikan dalam bentuk tulisan yang menghasilkan banyak teori tentang kepemimpinan.
Kepemimpinan adalah tentang apapun yang kita lakukan untuk mencapai suatu tujuan. Dalam segala aspek terdapat segi kepemimpinan, tak hanya dalam segi politik. Contohnya, kepemimpinan terhadap diri kita sendiri, keluarga, masyarakat, sosial, bisnis, hingga kepemerintahan.
Tiga hal kepemimpinan tentang Jusuf Kalla, yaitu :
1.    Dalam kepemimpinan bisnis >> mencapai objektif, sementara prosedur dapat berubah setiap saat.
2.    Dalam kepemimpinan pemerintahan >> prosedur harus dicapai terlebih dahulu, sementara objektif ada di tingkat kedua.
3.    Dalam kepemimpinan sosial >> mencapai tujuan secara singkat. Untuk menolong seseorang, modal tidak terbatas. Contohnya kemiskinan & hal-hal sosial lainnya.

Bagaimana (indikator) mencapai tujuan tersebut dengan sistem yang ada?
>>  Trust (Kepercayaan)
Kepercayaan adalah perkataan dan perbuatan yang merupakan hal terpenting dalam sebuah tujuan. Sementara visi dan misi atau sistem dapat dibuat oleh semua orang.
3K by Jusuf Kalla :
1.    Katakan apa yang diinginkan.
2.    Katakan apa yang telah dikatakan.
3.    Kerjakan apa yang telah dikerjakan atau tidak dikerjakan.

Krisis Kepercayaan
Kepercayaan yang tidak terjadi, maka sistem akan jatuh atau bangkrut. Kepercayaan menjadi suatu dasar dalam segala hal yang ada di kehidupan sehari-hari dalam segala aspek. Tugas pertama seorang pemimpin adalah mempercayai orang lain. Dengan mempercayai orang lain, maka pemimpin juga akan dipercaya (oleh bawahannya).
Memberikan kepercayaan, menjaga kepercayaan, membina dan mentransformasikan kepercayaan. Kepercayaan itu seperti nafas, yang baru disadari saat (nafas) itu sudah tiada.


Cara berkomunikasi dan hubungannya dengan kepercayaan?
Contoh 1
a)   Kasus I >> harga subsidi naik 160% tapi tidak ada yang demo.
b)   Kasus II >> harga subsidi rencana naik 30% tapi ada demo, dibahas selama 1 tahun, tapi harga subsidi tidak jadi naik >> dalam kasus ini terjadi cara berkomunikasi yang salah dengan berkata “fiskal jebol sehingga harga subsidi harus dinaikkan” (salahnya terletak pada kata “fiskal” karena tidak semua masyarakat mengerti apa itu yang dimaksud dengan fiskal) sehingga tidak memberikan solusi yang baik.
Contoh 2
a)   Kasus I >> “main terus, belajarnya kapan? Emang mau kalo gag naik kelas?” >> dalam kasus ini terjadi cara berkomunikasi yang salah dengan men-judge seseorang dan bukan memberikan arahan yang lebih positif.
b)   Kasus II >> “kamu mau naik kelas kan? Mau dapat ranking bagus kan? Jadi mainnya dikurangi yaa. Sekarang belajar dulu” >> kalimat ini merupakan arahan yang lebih baik dari pada men-judge seseorang. Kalimat ini lebih mengajak kepada ajakan yang lebih baik.

Cara berkomunikasi menentukan apakah akan ada yang ikut serta untuk mengikuti atau tidak mengikuti dalam sebuah kepemimpinan.
Efek dari kepercayaan datang dari sebuah keteladanan. Contohnya dari orang tua ke anaknya. Memberikan contoh dengan melakukan dan ikut serta dalam suatu hal (pemimpin turun ke lapangan maka anak buah juga akan turun ke lapangan). Pemimpin juga harus mengambil resiko.

Tentang tanggung jawab
Instruksi pimpinan kepada anak buah. Apabila ada kesalahan atau melakukan sesuai aturan, hal tersebut menjadi tanggung jawab pemimpin atau pimpinan. Tanggung jawab dan pengambilan keputusan seharusnya diberikan ke atas. Walaupun didiskusikan dengan anak buah atau bawahan, tetapi tetap saja tanggung jawab dan pengambilan keputusan ada ditangan pimpinan.

Sistem atau Leadership
Sistem itu melancarkan sesuatu. Leadership mengubah dan memajukan sesuatu. Sistem tanpa leadership = NOL. 

#Sesi Tanya#

1.        Bapak Jusuf Kalla (menjabat sebagai ketua PMI) memberikan bantuan kepada rohingya, Myanmar. Bagaimana bapak bisa membuat pemerintah Myanmar percaya terhadap Bapak Jusuf Kalla dan Indonesia padahal sebelumnya pemerintah Myanmar sangat tertutup terhadap negara lain?
2.        Mana yang lebih baik menurut bapak. Kepemimpinan dalam bisnis, pemerintahan, atau sosial?
3.        Bagaimana memberi kepercayaan kepada kaum muda untuk dapat menjadi pemimpin disaat pemimpin sekarang adalah berasal dari kalangan usia yang lanjut dan lebih berpengalaman?
4.        Bagaimana tanggapan bapak tentang kepemimpinan pemuda dan kepemimpinan di masa muda? Kepemimpinan daerah? Masalah apa yang ada disana?
5.        Berkaitan dengan sistem atau leadership. Bagaimana dengan pemimpin yang kurang percaya diri?
6.        Jabatan mana yang paling Bapak Jusuf Kalla nikmati selama menjalani jabatan-jabatan tersebut?
7.        Menurut bapak, mana yang lebih penting. Proses dalam kepemimpinan atau hasil akhir dari kepemimpinan? Tentang pemimpin yang dilayani dan bukan melayani?
8.        Bagaimana Indonesia yang luas daerah dan padat penduduknya tapi masih tertinggal jika dibandingkan dengan Singapura di tingakat Asia atau regional?
9.        Krisis kepercayaan dari segi pemerintah, hukum, dan lain-lain? Bagaimana mengembalikan krisis kepercayaan di Indonesia?
10.    Apa rencana Bapak Jusuf Kalla untuk tahun 2014 yang akan datang? Apakah bapak akan maju lagi?

#Sesi Jawab#

1.        Penting untuk mengetahui siapa lawan bicara kita. Sehingga kita tahu dengan siapa kita berbicara. PMI bukan memihak, tapi harus menolong semua orang. Menolong dan mengenal karakter pemimpin Myanmar adalah salah satu cara untuk membuat pemerintah Myanmar percaya.
2.        Tidak ada yang dapat menentukan mana yang lebih baik. Tapi bisnis adalah yang paling ideal karena dalam bisnis diharuskan untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Sosial tanpa bisnis juga tidak dapat maju atau bergerak. Yang paling utama adalah tetap kepercayaan. Tentang pengambilan keputusan (dalam pemerintahan), banyak yang ketakutan dalam pengambilan keputusan karena pada bermain aman.
3.        Pemimpin tidak hanya ada pada level tinggi. Pemimpin itu dilaksanakan, bukan dibaca. Pemimpin harus berdasarkan apa yang kita lakukan dan bukan berdasarkan pada apa yang kita bicarakan. Pemimpin ada dalam segala aspek, baik dalam hal kecil sekalipun. Jadi LET’S DO IT.
4.        Harusnya ada regenerasi kepemimpinan. Umur itu dibedakan atas 3 hal, yaitu umur kalender, umur biologis, dan umur semangat. Yang menentukan kepemimpinan adalah kepercayaan. Pemuda dengan perilaku yang baik merupakan bagian dari kepemimpinan. Masalahnya ada pada perubahan sistem dari sentralisasi menjadi desentralisasi (pusat ke daerah).
5.        Sistem mengatur menejerial dan administratifnya. Leadership berdasarkan kepemimpinan dan kemampuan. Pemimpin harus percaya terhadap diri sendirinya dulu, baru bisa dipercaya orang lain.
6.        Mana yang lebih dinikmati selama masa jabatan? Jawabannya tergantung. Jika tentang kebebasan ya saat jadi pengusaha. Jika tentang bebas macet ya saat jadi wakil presiden. Jika tentang banyak bergaul dan menolong banyak orang serta nikmat dunia dan akhirat ya saat turun ke masyarakat (sosial).
7.        Demokrasi bukan tujuan tapi cara untuk mencapai tujuan. Semua proses itu penting, berhasil jika berhasil mencapai tujuan awal yang ingin dicapai. Pemimpin seharusnya melayani. Biasanya bersifat personal dan bukan sistem atau protokoler yang berlebihan.
8.        Indonesia itu negara yang paling lengkap mulai dari daerah, SDA (sumber daya alam), hingga SDM (sumber daya manusia). Asset dan pemikiran dasar adalah yang dapat mengubah atau memajukan suatu negara. Maka dari itu, berpikirlah selalu ke depan. Jangan selalu berpikir atau terus menerus melihat ke belakang. Masa lalu dapat dijadikan pembelajaran.
9.        Pemimpin yang dapat dipercaya harus sesuai dengan sistem hukum yang ada di Indonesia. Bukan dengan sistem hukum rimba. Agar ada kepercayaan kepada hukum, hukum harus lebih tegas. Tidak memihak kepada siapapun. Individunya pun juag harus tegas.
10.    Setiap hari maju :) Politik Indonesia itu seperti grup band. Ada band yang belum punya vokalis. Ada vokalis yang belum menemukan band-nya. Bahkan ada yang belum punya vokalis bahkan band-nya sekalipun. Tahun 2014 (mungkin) yang vokalis akan menemukan band-nya dan band yang belum punya vokalis, juga akan menemukan vokalisnya :)


 #Semoga bermanfaat :)